Thursday, May 1, 2014

Memahami tentang autis adalah kunci, buat orang tua dan anggota keluarga

Memahami tentang autis adalah kunci, buat orang tua dan anggota keluarga. Memahami tentang autisme adalah kunci untuk menolong penderita autis. Semakin Anda tahu tentang gangguan, semakin baik Anda
dapat membantu orang yang menderita tentang hal tersebut.  Autisme adalah masalah yang kompleks, dan banyak dari kalangan  peneliti mengembangkan pemahaman baru, berapa jauh dari cara cara aplikasi penelitian itu,  mempengaruhi tubuh, pilihan pengobatan yang mana yang lebih baik untuk akan disediakan, dengan harapan bahwa suatu hari nanti kita akan dapat menyembuhkan penyakit ini.
Para  orang tua mengharapkan bahwa dengan mengetahui sumber autisme, gangguan ini bisa disembuhkan atau setidaknya dapat dicegah. Sayang seribu sayang, tak satupun dari para ilmuwan yang berhasil menemukan satu alasan pun mengapa anak-anak menderita autisme, apa sebabnya terjadi pada diri anak itu. Banyak kemungkinan yang menjadi bahan pertimbangan para peneliti. Apakah pada suatu hari nanti, siapa tahu, mereka para ilmuan ada kemungkinan autisme akan dihubungkan dengan kelainan gen tertentu? Entahlah, apa yang akan terjadi akhirnya. Namun sumber yang lebih mungkin adalah suatu hal,  sejumlah faktor dalam dunia anak-anak. Karena sampai saat ini autisme itu tidak dapat dicegah atau disembuhkan, mengapa kita mempertimbangkan hal hal  yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk membantu anak-anak autis. Sedangkan  orang dewasa terutama orang tua , anggota keluarga berperan untuk memahami dan bersedia untuk berpikir jernih, dapat menerima dengan lapang dada berkompromi untuk membuat dunia yang nyaman bagi mereka si penderita begitu juga pada diri kita sendiri. Kalau bisa seperti itu, mengapa tidak.Tentu saja itu memerlukan kebesaran jiwa, terutama anggota keluarga yang terlibat didalam pengasuhan penderita. Memang kalau semua perbuatan amalan apapun diukur dengan ukuran kesenangan dunia semata tentulah hal ini merugikan tidak menyenangkan. Tetapi mengingat semua manusia umumnya beragama, sebagai orang yang beragama tentu punya keyakinan yang tinggi bahwa perbuatan menolong anak anak yang menderita autis itu adalah hal yang mulia, dan akan dibalas diganti oleh Allah dengan sorga disisinya.Ada hal-hal tertentu yang perlu disingkirkan dari pemikiran kita semua seperti hal hal yang tidak menyebabkan autisme.Ada mitos, ini harus diletakkan pada proporsinya dengan benar jangan diteruskan berpikir seperti itu segera diberhentikan. Apa itu? Orang tua yang buruk bukan menyebabkan autisme. Dulu orang orang berpendapat begitu,  ibu disalahkan karena trauma anak-anak mereka dengan teknik pengasuhan dingin, yang tidak ambil perduli dengan pengasuhan anaknya, ini yang dianggap menyebabkan autisme. Ini jangan dijadikan pembenaran kalau ingin membentuk keluarga autis itu nyaman, sederhana tidak
benar. Begitu juga jangan ada pemikiran bahwa Autisme disebabkan oleh kekurangan gizi, itu juga tidak betul. Walaupun alergi makanan bisa saja terjadi pada anak-anak autis dan sehingga diantara anak-anak autis dibantu dengan mengkonsumsi sebagian vitamin sehari-hari. Berpikiran baik, menjauhkan diri dari sangka sangka jelek, menjauhkan diri dari mitos yang jelek-jelek , itu baik buat lingkungan manusia itu, baik juga buat orang itu sendiri, sesuai keyakinan agamanya. Karena Allah melarang hambanya untuk bersangka jelek, bahkan menyuruh mengganti dengan berdoa pada Allah dengan doa yang baik baik daripada bersangka jelek padanya.

Dari penelitian memang ada didapatkan banyak hubungan antara autisme dan otak. Mereka berpendapat kebanyakan orang dengan autisme memiliki otak yang lebih besar dan  berbeda dari otak yang khas. Perbedaan terjadi di banyak bagian otak, sehingga tidak dapat ditargetkan untuk salah satu kerusakan otak tertentu secara keseluruhan, itu tidak, melainkan kerusakan otak pada umumnya. Anak-anak autis juga menunjukkan tanda-tanda defisiensi imun, menurunnya daya imunisasi. Bukti dalam penelitian ini adalah belumlah kuat, tetapi penelitian masih terus berlangsung. Banyak individu autis memiliki masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan menurunnya daya tahan tubuh. Secara keseluruhan, seakan akan hal-hal ini semua tampaknya mengarah ke genetika. Meskipun autisme bukan disebabkan oleh kesalahan orangtua, kemungkinan besar bahwa autisme ditemukan di tempat lain keturunan keluarga Anda pihak yang lain, dan itu menjadikan bagi orang tua untuk meningkatkan lebih dari satu anak autis, belum ada kepastian dan hubungan. Apakah autisme juga dapat dihubungkan dengan vaksinasi, hal ini pun masih sangat dipelajari. Bagaimana vaksinasi anak outis? Manfaat vaksinasi nya sangat lebih besar daripada risiko mereka menyebabkan autisme, sehingga jangan sampai mencegah anak divaksinasi hanya karena ketakutan sendiri. Sampaikan saja pada dokter  apa yang pemikiran dan kekhawatiran anda tentang vaksinasi terhadap si penderita autis.Sejauh ini tak seorang pun tahu apa yang menyebabkan autisme. Maka itu, sejauh yang dapat  dilakukan apa-apa kira kira untuk mencegah dan apa apa yang kira kira dapat menyembuhkan. Karena ketidakpastian ini, yang dapat kita lakukan hanya bisa mengobati orang-orang autis dalam kehidupan kita dengan yang terbaik dari kemampuan kita. Menjadikan satu satunya orang memahami dalam autisme adalah kunci segalanya. Semakin Anda tahu tentang gangguan, semakin baik Anda dapat membantu orang yang menderita dari itu. Autisme adalah masalah yang kompleks, dan sebagai peneliti mengembangkan pemahaman baru dari cara bagaimana itu mempengaruhi tubuh, cara pilihan pengobatan yang lebih baik akan tersedia, dengan harapan bahwa suatu hari, siapa yang tahu,  nanti kita akan dapat menyembuhkan penyakit ini.



id.wikipedia.org :
Autisme adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang dialami sejak lahir ataupun saat masa balita. Karakteristik yang menonjol pada seseorang yang mengidap kelainan ini adalah kesulitan membina hubungan sosial, berkomunikasi secara normal maupun memahami emosi serta perasaan orang lain.Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan yang merupakan bagian dari Kelainan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorders (ASD) dan juga merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung Gangguan Perkembangan Pervasif atau Pervasive Development Disorder (PDD). Autisme bukanlah penyakit kejiwaan karena ia merupakan suatu gangguan yang terjadi pada otak sehingga menyebabkan otak tersebut tidak dapat berfungsi selayaknya otak normal dan hal ini termanifestasi pada perilaku penyandang autisme.Gejala-gejala autisme dapat muncul pada anak mulai dari usia tiga puluh bulan sejak kelahiran hingga usia maksimal tiga tahun. Penderita autisme juga dapat mengalami masalah dalam belajar, komunikasi, dan bahasa. Seseorang dikatakan menderita autisme apabila mengalami satu atau lebih dari karakteristik berikut: kesulitan dalam berinteraksi sosial secara kualitatif, kesulitan dalam berkomunikasi secara kualitatif, menunjukkan perilaku yang repetitif, dan mengalami perkembangan yang terlambat atau tidak normal.Di Amerika Serikat, kelainan autisme empat kali lebih sering ditemukan pada anak lelaki dibandingkan anak perempuan dan lebih sering banyak diderita anak-anak keturunan Eropa Amerika dibandingkan yang lainnya. Di Indonesia, pada tahun 2013 diperkirakan terdapat lebih dari 112.000 anak yang menderita autisme dalam usia 5-19 tahun. Sedangkan prevalensi penyandang autisme di seluruh dunia menurut data UNESCO pada tahun 2011 adalah 6 di antara 1000 orang mengidap autisme.



















Featured Post

Cara Membantu Anak Autis Mengembangkan Keterampilan Sosial di Rumah

  Purityfic Kids Multivitamin & Minerals Tablet Hisap Australia Tambah Nafsu Makan Anak Anak dengan spektrum autisme memiliki tantangan ...